Berkaca Kebelakang

Banyak yang saya lakukan selama ini, garap skripsi dengan mencoba xamarin, meninggalkan sejenak windows phone sehingga saya kehilangan momentum itu lagi.

Memang tidak ada yang baru di blog lama saya ini. Cukup lama blog ini bertahan di internet, sekitar 8 tahun. Dimulai semenjak 2007 tatkala saya masih kelas 3 smp hingga sekarang baru lulus kuliah. Bukan waktu yang sebentar.

Dulu saya teringat mencoba mainan baru yang bernama php, saya terkesima dengan dunia web, dan mencoba menulis kode dengan tutorial google, buku, dan project lain. Menyenangkan. Pulang sekolah, langsung buka komputer, melanjutkan midcms yang saya buat.

code

Dan sekarang, saya membuka kembali kode-kode yang saya tulis saat saya kelas 1 sma, memang kualitas kode yang saya tulis sekarang memang semakin meningkat. Namun entah, kenapa rasa suka terhadap kode tidak menggebu-gebu seperti dulu.

Apakah tubuh ini tidak lagi menghasilkan hormon dophamine ketika membaca dan menulis kode ? atau mungkin hanya lagi jenuh ? entahlah.

Strategi Baru

Sudah lama tidak menulis di blog ini hehe. Terakhir setahun lalu. Sekarang saya sedang sibuk sibuknya mengembangkan app di windows phone. mencoba peruntungan di dunia ini.

Sedikit kecewa dengan rasio pembelian in-app-purchase yang minim untuk pasar indonesia. Dimana rasio-nya kira-kira 1:100, jadi untuk tiap 100 orang yg download app, hanya 1 orang yang membeli in-app-purchase.

Dari iklan pun tidak begitu menggembirakan. Malah diberi review jelek gara-gara ada iklannya. oh dear !

Tapi, saya enjoy melihat review, feedback yang diberikan pengguna. Ada perasaan berbeda melihatnya *halah* hehe

Sekarang, saya sedang mencoba monetisasi lama untuk diterapkan. Semoga berhasil, dengan cara menerapkan fitur pro berbayar dimana sebelumnya trik ini lumayan berhasil, penjualan in-app-purchase pada app Kalender Indonesia lumayan stabil di angka pembelian 6-7 kali/hari. Semoga berhasil lagi.

Inspirasi

Enak si Database Engine punya saya, makan gaji buta selama 8 bulan, karena saya terakhir nulis di blog bulan 12 tahun lalu😀

Sebenarnya alasan kesibukan sudah tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak ngeblog, karena saya juga banyak menganggur alias tidak ada gawean karena sedang libur panjang kuliah. Alasan sekarang yang rasional dan tepat adalah, MALES😆

Kembali ke topik…

Judul yang sekarang simpel, karena saya ingin berbagi tentang inspirasi yang sekarang sedang saya pikirkan. Pasti kalian semua punya suatu inspirasi, entah itu desain, orang, barang dan lainnya. Begitu juga saya yang semakin tua ini semakin terinspirasi akan membuat suatu hasil karya yang sedemikian detail.

Rudy Huyn mampu membuat sebuah app yang berguna namun tidak terpikirkan, dengan desain UI yang cermat dan fungsionalitas yang sempurna. Ya, app itu bernama Counters (mungkin yang punya wp bisa dicari di Store)

Kegunaan dari Counters adalah sederhana, hanya menambah maupun mengurangi suatu angka, contoh jika ada tamu undangan yang datang, bisa tekan tombol plus (+). Simpel?

Dengan melihat itu, saya semakin termotivasi untuk membuat sebuah app yang berguna dikehidupan sehari, bukan hanya app yang sekali pakai, namun yang selalu dipakai sang pengunduh app saya.

Pertanyaan saya terjawab, sekarang giliran kamu, apa yang membuatmu terinspirasi ?

My App on Windows Phone Store!

Sekarang menulisnya cicil sebulan sekali, biar berkualitas tulisannya (padahal emang males :lol:), ya sekarang saya mau cerita tentang keberhasilan nokia yang menarik minat para developer lokal, dimana banyaknya event-event yang diselenggarakan oleh perusahaan raksasa tersebut.

Salah satunya yang sebelumnya saya ikuti, Lumia Apps Olympiad, dimana pihak yang kalah pun masih tetap disupport lho.

Tidak seperti dosen saya yang meraih medali emas + dapet Lumia gratis, saya termasuk yang kalah😦, tapi untungnya tetap disupport dengan diberikan token Nokia Premium Developer Program, dimana didalamnya sudah termasuk WP Dev Token, Telerik, dan Buddy. Tentu ini memicu saya untuk mengembangkan app di platform Windows Phone daripada mubazir tokennya😛.

Dan salah satu app saya bernama Crazy Math sudah berada di Windows Phone Store, yo. Meski memakan waktu certification sekitar 6 hari, hampir seminggu bro! Namun beruntung kemudian di approve juga. Kalau mau unduh, klik disini. Tenang aje, gratis bro!

Sekarang saya sedang mengembangkan app kedua untuk di submit di store, yang tidak jauh dari kategori edukasi, tunggu tanggal rilisnya, wkwk baru nyadar lusa udah UAS aja, kapan lagi nih ngodingnye!

Workshop Lumia Apps Olympiad di Malang

Kebetulan Selasa satu minggu yang lalu, saya mengikuti workshop lumia apps olympiad yang diadain di kampus saya, UB. Pembicaranya namanya om Poedja, wkwk enerjik dari pagi sampai sore jelasin materinya + live codingnya keren.

Saya tertarik mengikuti workshop ini, karena lagi kesengsem sama UI-nya windows phone plus workshopnya gratis tis tis + lunch, jadi dateng cuma bawa diri + laptop aja. Lumayan ada teh + cemilan sepuasnya wohoho.. (maruk mode on)

Nah saya juga barusan ini, selesai daftar ke event Lumia Apps Olympiadnya ikut kategori Mindtalk. Deadline seminggu lagi untuk menyelesaikan app + video demonya untuk disubmit. Semangat wes.

Good luck for me!

Melirik Couple

Saya dengan pacar saya kok sepertinya gak kayak pasangan couple pada umumnya ya, yang biasanya para pasangan couple ini pasti punya benda yang serba couple imut-imut so sweet gitu.

Contohnya aja baju, tulisan + warnanya sama. Sama-sama pink gitu, dengan ketek yang keliatan wkwk. Atau mulai dari kaca mata, behel, baju, celana, kaos kaki, sepatu semuanya mirip sampai warna plus bentuknya bahkan ngalah-ngalahin kostum identiknya ANAK KEMBAR! waduh.

Nah, saya sama pasangan boro-boro punya aksesoris couple, selera berpakaian kami berdua sangat berbeda banget. Saya paling suka pakai jaket + celana pendek + sandal. Sedangkan si pacar pakainya kaos + celana panjang + sepatu sandal. Kan gak lucu kalau dipakein jaket couple, atau sandal jepit couple.

Postingan geje mode : on

Jakarta ? Ternyata Lebih Primitif

Sumber : Detik.com

Abis baca berita di detik, saya langsung bergumam “Gila ni anak SMA 70, bacok orang, ngalah-ngalahin preman.”, ngeliat foto artikel bapak sang korban nangis, jadi ga tega liatnya.

Cocoknya, pelaku tu bukan dipenjara lagi, tapi diinjek-injek sampai mati, ga usah koar-koar HAM, wong kalau dibiarin malah ngerusak hak asasi orang lain kok. Kayaknya saya jadi teringat tentang petrus jamannya pak harto, kayaknya musti dipake lagi tu.

Sangatta, yang terpencil aja gak segitunya tawuran, ni Jakarta, sekali lagi JAKARTA, kelakuannya bukan kayak orang modern, kayak orang primitif gitu. :hammer:

Si pelaku harus dihukum mati, ga peduli masih SMA, harus diberantas sampai akar-akarnya kalau menurut saya. Yang namanya penyakit, pasti harus sampai virus-virusnya dimusnahkan, jangan gejalanya doang.

Mudahan gak terulang lagi ni kasus tawuran, mending para pelajar main ps, eh belajar ding😀