Mencicipi Warnet Ala Cina

Shanghai – Selain terkenal dengan tembok raksasanya, Cina juga dikenal sebagai negara yang punya banyak warung internet (warnet). Di negara ini, warnet-warnet dikontrol dengan berbagai aturan khusus khas pemerintah Cina. Jadi tidak berlebihan rasanya kalau kita menyebutnya warnet ala Cina.

Warnet sudah menjadi salah satu bisnis andalan di Cina, dengan tingkat persaingan yang cukup ketat. Tak heran, banyak warnet di Cina yang berusaha menarik perhatian pengunjung dengan bermodalkan ruangan luas yang menampung puluhan komputer.

Menurut survei industri warnet yang dilakukan Departemen Kebudayaan Cina, di tahun 2005 Cina memiliki 110.000 warnet. Sementara Departemen Industri Informasi mengungkap, sampai akhir tahun 2006 Cina memiliki sekitar 113.000 warnet. Dengan jumlah sebesar itu, industri warnet mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja, dengan kontribusi sebesar 18,5 miliar yuan (1 Yuan = Rp 1.165,25. Sumber: Xe.com) terhadap pendapatan per kapita Cina.

Di sisi lain, warnet juga mengundang sejumlah isu sosial yang kurang sedap. Warnet kerap dituding sebagai penyebab kecanduan internet yang mulai melanda kawula muda Cina. Tak heran, di Cina kini mulai bermunculan klinik-klinik rehabilitasi untuk menyembuhkan para pecandu internet.

Warnet-warnet yang juga menyediakan penyewaan game, kerap disalahkan karena membiarkan pengunjung yang masih bocah bermain game selama tiga hari berturut-turut, yang kemudian berbuntut kematian pada bocah tersebut.

Mulai Dikontrol

Sebagai tindak lanjutnya, pemerintah Cina lalu mengeluarkan sejumlah aturan yang mengontrol gerak-gerik warnet. Selain dipicu berbagai citra buram, regulasi warnet resmi tercetus setelah kasus kebakaran di warnet yang menewaskan sembilan orang pada tahun 2002 di Beijing. Selain itu, keinginan untuk mengendalikan penyebaran informasi yang beredar bebas di internet, adalah alasan lain kenapa pemerintah setempat begitu antusias mengatur warnet.

Pemerintah lalu mulai memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan semua warnet harus memiliki izin operasional. Kebijakan tersebut diikuti dengan seruan yang mewajibkan para pengunjung warnet untuk melakukan registrasi dengan identitas asli. Pemerintah juga melarang pengunjung warnet yang belum memiliki kartu identitas, alias pengunjung di bawah umur. Tidak hanya itu, pemerintah juga menetapkan bahwa warnet hanya boleh dibangun pada jarak tertentu dari sekolah.

Tidak hanya itu pemerintah setempat juga membatasi waktu operasional warnet, dan mengharuskan mereka menginstal software yang dapat mengetahui catatan log pengunjung. Untuk warnet yang juga menyediakan layanan game center, pemerintah ingin menyaring jenis-jenis game yang ditawarkan, demi menghindari dampak buruk yang mungkin timbul.

Penertiban warnet pernah menjadi gerakan nasional di Cina. Pada tahun 2004, media lokal Xinhua News Agency memberitakan bahwa selama Oktober sampai Desember ada 12.575 warnet yang ditutup karena berbagai sebab, di antaranya karena kedapatan tidak memiliki izin, atau melanggar batasan-batasan yang tertuang dalam regulasi.

Di bulan Agustus 2004, aparat di Cina menutup 700 situs dan menangkap 224 orang yang kedapatan membuka situs porno. Pada saat bersamaan, pemerintah juga mengumumkan pemblokiran terhadap situs-situs porno dari luar negeri.

Pengakses Internet Terbesar

Warnet di Cina sangat penting artinya, mengingat jumlah komputer di rumah-rumah belum terlalu banyak. Keberadaan warnet tentunya sangat berarti bagi sekitar 137 juta pengakses internet di Cina. Angka tersebut menjadikan Cina sebagai negara dengan pengakses terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Cina bahkan berambisi mengalahkan penetrasi internet Amerika Serikat. Ada yang menyebut ambisi tersebut kurang masuk akal, mengingat Amerika saat ini memiliki 210 juta pengakses Internet. Namun, prediksi optimistis disampaikan analis JP Morgan yang memperkirakan populasi pengakses internet di Cina bisa mencapai 190 juta pada 2010.

Dengan jumlah penduduk 1,3 miliar dan kemajuan ekonomi yang pesat, bukannya tidak mungkin ambisi Cina akan terwujud. Kita lihat saja nanti!

Keterangan Foto: Tampak depan warnet & game center di Cina (atas) dan pengumuman ‘hanya untuk dewasa’ yang ditempel dalam warnet (bawah). ( nks / wsh )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s