Etika Open Source

Well, judul saya kali ini terlalu formal ya ? hoho, ga papa dah, simak aja ulasan singkat saya berikut.

Saya tak tahu awalnya, open source itu apa, ternyata open source merupakan suatu sifat, yaitu sifat yang mau berbagi dengan kode sumber terbuka.

Diawali dengan mengunjungi blog-blog teman-teman dan situs komunitas, saya melihat mereka memakai template gratisan (bukan menghina, saya juga pake yang gratisan) tapi tidak menyertakan link pembuatnya. Sebenarnya itu sudah kesalahan fatal. Sebelum menggunakan template gratis, biasanya kita di beri agreement, bahwa kita harus menyertakan link pembuatnya di footer halaman.

Oke, saya akan memberikan suatu perandaian. Apabila anda membuat sebuah tulisan yang keren, dan 3 hari 3 malam membuatnya :hammer:, bagaimana perasaan anda ketika di copy mentah-mentah oleh orang lain tanpa menyertakan sumber ?

Disinilah poin kritisnya. Tanpa menyertakan link pembuatnya, otomatis kita mengklaim template yang kita pakai kita juga yang buat & mendesain.

Atau istilahnya, udah dipinjemin, diakuin lg punya gw. πŸ˜€

Itu baru template yang berlisensi GPL atau Open Source, bagaimana dengan lisensi Creative Common ? Yang mewajibkan kita memberi link back ke pembuatnya ?

Hm.., saya hanya berharap bahwa dengan tulisan ini mampu menggugah semangat dan sedikit meperbaiki etika kita dalam menggunakan suatu karya seseorang.

Sesungguhnya penghargaan kepada pembuat karya yang kita gunakan itu sangat penting, untuk memacu pembuat-pembuat karya lain menghasilkan karya berkualitas tinggi yang bebas terbuka. Bebas dalam arti disini bebas dengan tanggung jawab bukan bebas seenak udel’e, haha.

Salam

Iklan

18 pemikiran pada “Etika Open Source

  1. Kalau sub themes gimana? seperti fusion core di drupal dan 960.gs juga HTML omega..itu kan tidak ada sumber pembuatnya alias themes blank.
    Bingung juga…

  2. Kalau themenya sudah kita utak-atik hingga 70-80 atau 90%, bagaimana Pak. Apakah kita boleh menyebut diri sebagai editor atau penyunting sebuah karya?..

    Mathurnuhun sudah berkenan mampir dan mengomentari kandang saya.

  3. Memang sangat amat meresahkan sekali itu mas, saya juga jengkel kalau ada tulisan atau karya saya dijiplak mentah2. pengen nonjok tapi di dunia maya, g bisa dah.. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s