XL Kampret

Sebelumnya saya begitu bahagia, dan tiba-tiba si XL kampret merubah paket akrabnya, dari yang unlimited menjadi dibatasi 100 menit/hari. Sayapun galau :'(, jadi gak bisa nelpon si mungil sampe ketiduran :hammer:

XL makin lama makin nurun kualitas layanannya, dulu dikenal paling irit nelponnya. Sekarang? boro-boro, yang ada tekor, emang kampret XL  😀

Nyari alternatif lain sebelum bakar ni kartu sialan.

Iklan

Mengalah dan Lepaskan

Ada suatu pepatah, mengalah bukan berarti kamu salah namun kamu sadar bahwa egois tidak akan menyelesaikan permasalahan. Tentu bukan sembarang pepatah, untuk apa capek-capek berdebat, cukup mengalah dan biarkan dia menang, maka sesungguhnya kamulah pemenangnya.

Emosi, egois, dan amarah membuat otak manusia berpikir tidak rasional. Kamu terkadang tidak sadar telah membuat hawa setan menguasaimu begitu mudahnya.

Salah satu musuh pada dalam diri manusia adalah Kroda, atau amarah. Sekali kamu membiarkan musuh ini menang, kamu akan kehilangan segalanya. Ya segalanya, karena kau membiarkan musuh ini menguasai dirimu 🙂

Lebih baik DIAM, MENGALAH, jika kamu tak mampu lagi membendungnya, Lepaskan sang amarah dan berdoalah dan ikhlaskan kepada Tuhan. Biarkan Tuhan bersemayam dalam dirimu.

Terakhir, Jika ditampar pipi kirimu, berikanlah pipi kananmu kemudian doakan dia semoga Tuhan memberkati hidupnya.

Done.

Nostalgia Ubuntu

Saya masih ingat ketika saya mencoba sistem operasi GNU/Linux ini kalau tidak salah sekitar akhir tahun 2007, waktu itu masih kelas 3 SMP. Dikirimin dari teman blog multiply bernama dark ryu (ga tau nama aslinya :hammer:, ampun ya om:Dv), yo Ubuntu 7.10 adalah distro pertama saya.

Saya yang sudah muak dengan virus-virus di windows, membuat kompie saya jebot-nya minta ampun dah, dan….. akhirnya memutuskan menginstall ubuntu yang saya telah dapatkan cd-nya, eh ternyata saya salah milih opsi, alhasil satu hardisk kepake semua sama si ubuntu kamprett :hammer:

Ada suka maupun duka dalam menggunakan ubuntu ini, yaitu ketika teman-teman pada mengeluh virus komputernya tidak bisa dipakai, sayapun hanya tertawa kala itu hohohoho dan juga karena ubuntu saya lumayan stabil jarang crash.

Dukanya ngerjain laporan word acakadut pakai openoffice, dan beberapa aplikasi favorit ga ada. Sempat bingung juga kok gak bisa muter mp3, sayapun jungkir balik cari akal.

Ada juga pengalaman mengunduh paket .deb, karena waktu itu ga tau kalau ada namanya dependensi, terpaksa bolak-balik warnet buat nyari paket dependensi-nya. Perjuangan bro ;(

Kira-kira penampakan Ubuntu 7.10 seperti ini kala itu :

ubuntu 7.10
source image : techdrivein

Dan saya kali ini kembali memakai ubuntu karena salah satu syarat dari asisten dosen untuk praktikum sistem operasi, terpaksa saya resize partisi slackware untuk menyediakan space untuk ubuntu. Dan ini ubuntu 11.10 yang terpaksa saya pakai :

ubuntu11.10

dan alhasil… Berat, grafis-nya terlalu wah, notebook saya gak gak gak kuat aaaa lemott. Notebook kadang-kadang ngehang wkwkwk. Selain itu UI-nya ribet dan beda dengan desktop yang pernah saya pakai selama ini.

Nyoba install via apt-get, kalo koneksi ngadat terhenti, pesan errornya ga jelas, proses-nya stagnan… waduh piye ki.

Dan akhirnya saya kembali ke slackware untuk pemakaian sehari-hari untuk ngenet dll. Mungkin tampilan wah distro-distro baru mampu menarik para user baru yang butuh tampilan grafis keren dan penggunaan yang mudah. Namun tidak untuk para old school.

fiuh.. mumet, eh kok saya tambah tua ya *ga nyambung mode : on* :hammer:

Terima Kasih kepada Notepad

Hampir semua mata kuliah ada tugas pemrograman, kayak matkul pemrograman lanjut, algoritma dan struktur data, dan akhir semester sistem mikroprosesor dan sistem operasi bakalan nyusul  ;(

Tapi ga papa wes, saya suka belajar pemrograman tentunya algoritma meski bikin botak, ampun pak dosen 😀

Tanpa notepad, mungkin tugas yang saya kerjakan lebih sulit untuk diselesaikan. Perangkat ini sederhana, bahkan terlalu sederhana :hammer:, hingga banyak orang menyepelekan program satu ini.

Namun mereka tidak tahu program ini memiliki fungsi yang mantap disituasi tertentu, seperti yang saya alami selama ini. 😀

Contohnya ketika saya memiliki ide tentang alur algoritma pada program saya, saya menuliskannya langsung, tanpa babibu ke dalam notepad. Praktis dan ringkas. Jadi menulis program tanpa takut lupa akan alur algoritmanya.

source-code

notepad emang keren dah pokoke, gimana?

asolole :hammer: